Sejarah


SEJARAH DESA

  • ASAL USUL DESA KADEMANGAN MAGERSARI

Pada zaman dulu di masa Panembahan Senopati (± 1585 M s/d 1601 M) di areal hutan yang terletak di pesisir pantai “Lak Korowelang” hiduplah seorang laki-laki yang konon karena kesaktiannya beliau bisa menjelma menjadi seekor Ular Welang, beliau adalah tema seperguruan Kyai Gringsing (Perintis Daerah Gringsing).

Atas jerih payah tokoh tadi, kawasan yang tadinya hutan belantara berubah menjadi kawasan pemukiman yang ramai. Hal ini menjadi daya tarik yang membuat orang-orang dari berbagai daerah berbondong-bondonghijrah ke kawasan pemukiman baru itu. Sebagian besar mereka datang dari wilayah pulau jawa bagian timur (Kediri) dan selebihnya keturunan etnis Tionghoa dan dari jazirah Arab. Sejalan dengan bergulirnya waktu, pada masa Pemerintahan Kartoruro Hadingrat, tatanan peradaban masyarakat berkembangan menjadi Kademangan (Pemerintahan setingkat Kecamatan) di bawah Pemerintahan Kabupaten Kaliwungu dalam tatanan Pemerintahan Kademangan Magersari dipimpin oleh oleh seorang demang yang oleh masyarakat setempat akrab dipanggil Mbah Demang.

Pemerintahan Kademangan Magersari hanya berlangsung satu periode kepemimpinan. Hal uitu disebabkan karena terjadinya banjir bandang pada tahun 1417 M akibat dari jebolnya tanggul kali Bodri sebelah selatan Wilayah kademangan Magersari dan peradabannya porak poranda.

Dari hal itu Pemerintahan Kademangan pindah di daerah Jambe yaitu daerah di sebelah selatan desa Magersari Sekarang.